17:06
12:08
15:52
Like a human being : pleasure seeker
Tempo hari aku melihat dua orang wanita, dalam motor yang berbeda. Mereka mengobrol. Sambil mengendarai motor dalam garis yang sejajar, menutupi sebagian jalan soekarno hatta. Mereka berjalan pelan, dan sambil terus mengobrol. Namun, mobil yang dibelakang mereka, termasuk aku yang di belakang mobil tersebut tidak punya waktu untuk menunggu mereka selesai mengobrol, or whatever. Si mobil kemudian membunyikan klakson dengan tidak santai. Motor yang didepan kaget sampe oleng (tentu, bayangin aja lagi ngobrol, tiba2 diklakson). Si mobil kemudian mendahului. Tanpa pikir panjang, si wanita paling kanan yg mengendarai motor ini mengacungkan jari tengah tangan kanannya. Perlu effort yg tinggi untuk melepaskan tangan kanan karena gas berada di stang kanan. Kalo saya lebih berani lepas tangan kiri, sekedar buat benerin spion atau nutup kaca helm. Karena gas itu nambah keseimbangan stang kan ya.
Alhamdulillah tidak ada yg celaka.
Namun, selepas melihat kejadian itu aku berfikir„ kadang kita bisa melakukan apa saja ya untuk mencari kepuasan. Mengacungkan jari tengah, tanpa flash back dulu, sebenarnya siapa yang salah.
Hal ini juga terjadi pada teman-teman yang lebih muda. Mereka menulis status kesal kepada seseorang yang dirahasiakan di sosmed. Tanpa pikir panjang, siapa yang salah dan..siapa yang akan melihat dan berspekulasi tentang masalahnya.
Hal ini juga terjadi pada pengendara motor yang kaget karena pintu AC damri ditutup pada saat lampu merah. Dia memukul pintu damri tanpa berfikir, sebenarnya dia harus dapar memprediksi jarak minimum dia dekat dengan pintu damri.
Jadi, masih mau jadi manusia yang refleksnya mencari kepuasan?
06:46




